Sasar Pemilih Pemula, Bawaslu Luwu Timur Gelar Sosialisasi Pengawasan di Tomoni

Sasar Pemilih Pemula, Bawaslu Luwu Timur Gelar Sosialisasi Pengawasan di Tomoni

LUWU TIMUR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Timur sasar pemilih pemula dari kalangan pelajar pada Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang di gelar di Kecamatan Tomoni, Sabtu, (17/10/2020).

Pelibatan pemilih pemula dalam Pemilihan ini sangat penting karena persentase Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Luwu Timur, khususnya pemilih pemula yang berumur 17-20 Tahun sekitar 27%. Jelas Ketua Bawaslu Luwu Timur, Rachman Atja.

Dirinya pun mengajak para pelajar untuk menjadi pemilih - pemilih cerdas yang berani menolak politik uang, hoaks dan sara agar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur tahun 2020 dapat menjadi barometer dari 270 Kabupaten/Kota yang berpilkada.

Sementara itu Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad yang hadir sebagai pembicara pada kegiatan tersebut menaruh harapan besar bagi para pemuda sebagai penerus generasi bangsa untuk membangun proses demokrasi yang semakin baik.

Generasi muda akan menjadi pemimpin masa depan bangsa, hari ini jadi siswa besok jadi pemimpin, begitu ucapnya.

“Cita-cita kita adalah bagaimana membangun bangsa ini menjadi bangsa yang semakin baik dan semakin demokratis, serta membuat masyarakat sejahretera, disegani bukan hanya  karena kekuatannya tapi juga bagaimana membangun demokrasi bangsanya ke arah yang lebih baik”, jelas Saiful.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju maka semangat, nilai, budaya yang menjadi milik bangsa kita harus tetap terpelihara

“Semangat nilai tercermin dalam kejujuran, saling menghargai, bekerja sama dalam kebaikan, gotong royong.  Perkembangan teknologi boleh maju tp nilai harus teap terpelihara dan ini akan menjadi penyanggah proses demokrasi yang kita bangun”, tegas saiful.

Apa yang dikerjakan Bawaslu pada prinsipnya adalah menjaga nilai agar tetap ada di diri kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi  nilai.

“Letakkan nilai nilai sebagai pondasi yang tidak boleh runtuh dalam membangun semangat bangsa kita lalu isi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi”, terang Saiful

Jika ingin bangunan bangsa tetap utuh dan kokoh maka generasi muda mesti hadir untuk menjaga nilai dan menularkan kepada orang lain sehingga pada akhirnya, kita semua menyadari bahwa nilai-nilai yang diwariskan dan diajarkan leluhur kita harus dipelihara dengan baik karena hal tersebut menjadi karekteristik bangsa itu sendiri. Tambahnya.

“Mari menjaga nilai-nilai yang ada dengan menolak segala bentuk tindakan yang dapat mencederai demokrasi itu sendiri”, tutupnya.(***)

Kami adalah Jurnalis Indonesia Satu, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.