FKMW di Luwu Timur Gelar Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya!

FKMW di Luwu Timur Gelar Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya!
Forum Komunikasi Masyarakat Wasuponda di Luwu Timur Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya Massa tergabung dalam FKWM unjuk rasa menolak perlakuan sistem penerimaan tenaga kerja yang tidak transparan oleh PT Wika, berlangsung di pertigaan Tugu Nanas Desa Ledu-ledu, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, (Dok Selasa, 6/4/2021).

LUWU TIMUR, - Sejumlah massa tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Wasuponda (FKWM) unjuk rasa menolak perlakuan sistem penerimaan tenaga kerja yang tidak transparan oleh PT Wijaya Karya (Wika).

Aksi dipimpin Amrul dan Rigel berlangsung di pertigaan Tugu Nanas Desa Ledu-ledu, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (6/4/2021) kemarin.

Massa aksi membawa spanduk bertuliskan, masyarakat butuh pemerintah yang adil dalam perekrutan tenaga kerja UU nomor 9 tahun 1998, tentang kemerdekaan penyampaian pendapat di muka umum. Kembalikan hak-hak masyarakat.

Dalam orasinya Amrul mengatakan, salah satu visi misi PT Vale dengan ppemberdayaan masyarakat lokal, namun banyak realita mengatakan banyak pekerja dari luar tambang sehingga masyarakat lokal tinggal menjadi penonton.

“Kami dari FKMW menjadi perwakilan masyarakat merasa tidak adanya keadilan yang di berikan oleh PT Wika dalam perekrutan tenaga kerja dan informasi yang akurat. Ada 4 wilayah lokal masyarakat, Wasuponda, Wawondula, Soroako, Malili. Wasuponda yang tertinggal dan tersudutkan, derikan hak kami, ” kata Amrul.

Menurut dia, masyarakat tidak bekerja, semua kehidupan akan membusuk, tetapi ketika bekerja tanpa jiwa maka kehidupan akan tercekik dan mati.

“Undang-Undang (UU) 1945, pasal 27 ayat 2 tentang hak asasi manusia (HAM), tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kehidupan, ” tutur Amrul.

Ia menyatakan, disini banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anaknya kejenjang yang lebih tinggi sehingga memperoleh kehidupan yang layak.

“Mungkin mereka mengatakan akan memberikan presentasi dari nama-nama pekerja yang di terima, namun hingga detik ini hal tersebut belum juga ada, ” ujar Amrul.

Dirinya menolak penerimaan pekerja secara online, mulai dari prosedur sampai interview tidak jelas.

“Kami datang kesini untuk menuntut keadilan, kami muak dengan tingkah laku para petinggi yang merusak moral, etika, dan bendera merah putih, bahkan telah menginjak injak harga diri kami, ” tegas Amrul.

Amrul menjelaskan, kami datang bukan untuk membuat kekacauan, tetapi kami datang dalam aksi damai sebagai bentuk perlawanan ketidakadilan pemerintah di negara ini.

“Jangan kita gentar berdiri di barisan paling depan untuk melawan apapun bentuk penindasan di tempat kita ini, karena sudah terlalu lama ketidakadilan menimpa wilayah kita ini, ” jelasnya.

Sekedar diketahui, penerimaan tenaga kerja tahap pertama PT Wika tenaga ahli yang memiliki skil sebanyak 31 orang. Rencananya, massa akan melanjutkan aksinya dalam jumlah yang lebih besar dan mengancam akan menahan mobil perusahaan PT Vale Indonesia.

Aksi tersebut akan terus di lakukan sampai tuntutan massa aksi di penuhi pihak PT Wika. Dan menunggu keputusan dari pihak PT Wika untuk di laksanakannya pertemuan atau mediasi.(JIS)

Lutim Sulsel
Suhardi

Suhardi

Previous Article

Tahun ini, Pemda Luwu Timur Tiadakan Safari...

Next Article

Sekda Luwu Timur Dukung Program Transaksi...

Related Posts

Peringkat

Profle

Achmad Sarjono verified

Syafruddin Adi

Syafruddin Adi verified

Postingan Bulan ini: 55

Postingan Tahun ini: 2823

Registered: May 23, 2021

AFRIZAL

AFRIZAL

Postingan Bulan ini: 49

Postingan Tahun ini: 1777

Registered: May 25, 2021

Zulfahmi

Zulfahmi

Postingan Bulan ini: 34

Postingan Tahun ini: 695

Registered: Nov 23, 2021

Edi Purwanto

Edi Purwanto

Postingan Bulan ini: 28

Postingan Tahun ini: 78

Registered: Nov 8, 2021

Profle

ISWAN DUKOMALAMO verified

Kota Tikep Berlakukan Kartu Vaksin Sebagai Syarat Penyebrangan Antar Pulau
Upaya Mencegah Masyarakat Dari Resiko Hukum, Kejati Malut Gelar Kegiatan Penerangan Hukum
Bangunan Senilai 4, 2 Milyar Mangkrak, Ada Temuan  Korupsi
Tingkatkan Herd Immunity, Ini Yang Dilakukan Dokpol Mabes  Polri di Kota Tidore Kepulauan

Follow Us

Recommended Posts

Buka Peluang Usaha di Bidang Peternakan Bagi Masyarakat Luwu Utara, Putri Dakka : Ayo Kita Jalin Kerjasama
Buka Safari KKDB, Bupati Barru: Perlu Kebersamaan dan Sinergitas Tokoh Modern Majukan Daerah
Tony Rosyid: Bicara Prestasi, Anies Capres yang Diunggulkan
Peringati Bulan Menanam Nasional, Akbar: Ayo Tanam dan Pelihara Pohon 
Plt Gubernur Sulsel Resmikan Bendung Lalengriedu Bone,  Potensi Aliri 1.100 Ha dan Embung Lalengrie 300 Ha